Friday, May 6, 2011

10 Pesawat tempur terbaik sepanjang masa

     http://www.iconshock.com/img_jpg/STROKE/transportation/jpg/128/fighter_jet_icon.jpg


    10. F-22 RAPTOR
    Manufacturer: Lockheed Martin
    Power Plant: Pratt & Whitney F-119 PW-100
    Top Speed: Mach 2.5
    Armament: One 20mm cannon, six AMRAAM and two AIM-9 Sidewinder missiles
    Karena hampir tak kelihatan ke radar dan kelengkapan dari persenjataan F-22 Raptor, merupakan pesawat tempur USA generasi ke-empat, dengan inovasi yang hebat dan sangat ditakuti. Namun, semua dibarengi oleh biaya produksi yang sebanding dengan dari F-15 dan F-16. Dengan itu, untuk kadar mematikan, produktivitas, Raptor membuat skor yang cukup baik, menempatkan pada peringkat ke-10 pada daftar kita.


    9. SEA HARRIER FA2
    Manufacturer: British Aerospace
    Power Plant: Rolls Royce Pegasus mk 104 or 106 turbofan
    Top Speed: 736 mph
    Armament: Two 30-mm Aden cannon, plus two AMRAAM and four Sidewinder missiles, two Harpoon or Sea Eagle anti-ship missiles
    Dengan kemampuan lebih dalam hal strategi, dapat muncul dari tempat tak diduga, SEA Harrier patut mendapatkan satu peringkat untuk yang ditakuti. Desain unik dan sederhana untuk menghasilkan menjadi pelapis serangan udara baik. Meski mematikan, kecepatan manuver yang rendah dan tidak mampu terbang tinggi membuatny dapat diserang oleh pasukan darat. Meskipun demikian pesawat terbang yang telah dihapus dari operasi frontline ini masih patut mendapatkan satu tempat ke-9.


    8. Sopwith Camel
    Manufacturer: Sopwith Aviation Company
    Power Plant: Clerget rotary engine
    Top Speed: 112 mph
    Armament: Two Vickers .303 machine guns
    Tercatat sepanjang operasionalny paling tidak telah menjatuhkan 1,200 pesawat terbang musuh, Sopwith Camel berhak dimasukkan ke salah satu terbaik fighter sepanjang masa. Desain yang solid, kurang menarik sih, namun semua orang setuju bahwa layak mendapat gelar fighter terbaik sepanjang masa.


    7. Me 262 Schwalbe

    Manufacturer: Messerschmitt
    Power Plant: Two Junkers Juno 004s
    Top Speed: 540 mph
    Armament: Four 30mm MK-108 cannons
    Untuk hal inovasi meraih skor mutlak. Menjadi yang pertama untuk jenisny, Me 262 terinspirasi dari ketakutan dan kekaguman, membuatnya menjadi salah satu yang paling ditakuti.
    Bagaimanapun, karena pesawat terbang sulit dibuat dan ini yang terkenal adalah mesin bermasalah, produksi pesawat ini sangat sedikit, sepanjang sejarah, pesawat ini hanya beroperasi selama dua tahun. Meskipun demikian, me 262 tetap berada di dalam buku rekor seperti menjadi jet fighter sejati pertama sepenuhnya beroperasi menjadi satu legenda aviasi dan fighter terbaik sepanjang masa.


    6. Supermarine Spitfire
    Manufacturer: Supermarine Aviation Works
    Power Plant: Rolls-Royce Merlin V-12 piston engine
    Top Speed: 369 mph
    Armament: Eight Browning .303 machine guns; later version, four 20mm cannon
    Digunakan di semua kawasan Britania semasa konflik sepanjang Perang Dunia II, Spitfire menjadi simbol dari era kemenangan Inggris.


    5 & 4. MiG 15 & F-86 Sabre lawan yang sepadan
    MiG 15
    Manufacturer: Mikoyan Gurevich Design Bureau
    Power Plant: Klimov VK-1 turbojet
    Top Speed: 668 mph
    Armament: One 37mm N-37 cannon and two 23mm NR-23 cannon
    F-86 Sabre
    Manufacturer: North American
    Power Plant: General Electric J47 engine
    Top Speed: 685 mph
    Armament: Six .50-caliber machine guns and eight 5-inch rockets
    Dibandingkan dengan fighter sekarang, keduanya memang kurang hebat dan primitif namun beberapa dari unit ini telah melaksakan tugasny dengan sangat baik. Kedua F-86 Sabre dan MiG 15 adalah pesawat terbang yang diciptakan pada saat yang tepat sepanjang riwayat aviasi.
    Keduanya didesain mencotek sayap sapu khas Jerman dan desain mesin dari Britania, sehingga untuk inovasi MiG dan Sabre dianggap seimbang.Keduany diproduksi dengan jumlah yang sangat banyak, tapi MiG selangkah di depan untuk kategori produktivitas karena desain yang lebih sederhana. Keduany memiliki catatan terbang yang mirip. Hasil? Mereka adalah tidak dapat dipisahkan: MiG 15 dan f - 86 imbang untuk tempat ke-5 ke-4.


    3. F-4 Phantom
    Manufacturer: McDonnell Douglass
    Power Plant: Two J79 Spey turbojet afterburning engines
    Top Speed: 1,485 mph
    Armament: Four AIM 7 Sparrow and four AIM 9 Sidewinder missiles.
    Diproduksi dengan jumlah banyak, F-4 Phantom memiliki sejarah operasi yang sangat baik. Tapi pesawat terbang ini patut mendapatkan tempat ketiga dalam hal kecepatan, masa pakai lama dan mematikan.
    Phantom adalah basis pengujian untuk teknologi misil; dan pesawat ini memegang rekor sebanyak 5 kali untuk kecepatan untuk selama 13 tahun sebelum dikalahkan oleh fighter yang menempati urutan No. 2 dari daftar top 10 teratas.


    2. F-15C Eagle

    Manufacturer: McDonnell Douglass
    Power Plant: Two Pratt & Whitney F-100-PW-100 afterburning turbofans
    Top Speed: Mach 2.5
    Armament: One 20-mm cannon, four AIM-7F Sparrow and four AIM-9L Sidewinder missiles
    Tak ada fighter lain dalam sejarah yang bisa mendekati kemampuan jenis Eagle. F-15 jauh lebih baik dari F-4 untuk akselerasi, manuver, dan handling.
    Fakta, reputasi dari F-15 selama beroperasi di Operasi Pembebasan di Irak, Angkatan udara Saddam Hussein menolak mengudara. Mereka tahu F-15 akan dengan mudah menghancurkan mereka dalam sekejap di udara.


    1. P-51D Mustang
    Manufacturer: North American Aviation
    Power Plant: 1600 hp Packard-built Merlin 61 piston engine
    Top Speed: 437 mph
    Armament: Six wing-mounted .50-caliber machine guns
    Dilengkapi dengan tangki eksternal memungkinkan Mustang terbang hingga sejauh 2.000 mil, membuatnya menjadi satu-satunya fighter yang mampu melindungi pesawat bomber sekutu untuk serangan jarak jauh.
    Mustang melaksanakan tugasnya dengan sangat baik pada kemunculanny tahun 1944, Tingkat kecelakaan dan kematian bisa dikurangi hingga 75%. Pada kenyataan, P51S Amerika menghancurkan hampir 5,000 pesawat terbang musuh di Eropa ini membuatny menjadi fighter US yang memiliki skor terbanyak dalam operasi di Eropa